Anak Tenang dengan Gadget, Tapi Apa Risikonya? Temukan Jawabannya di Sini!

Dalam era digital ini, gadget telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dari orang dewasa hingga anak-anak, hampir semua orang memiliki akses ke perangkat elektronik seperti ponsel pintar, tablet, atau laptop. Namun, ada pertanyaan besar yang perlu kita renungkan: apakah bijaksana menukarkan pertumbuhan anak dengan kenyamanan yang kita dapatkan ketika mereka diam atau tenang…

Tampilkan lebih

Fenomena Semantic Satiation, Dimana Kata Perlahan Kehilangan Maknanya

Pernahkah Anda menggunakan kata viral seperti “fyp”, “gaskeun”, “santuy”, “otw”, atau “bestie” yang awalnya terasa keren dan membuat Anda merasa up-to-date? Namun, setelah mengulanginya terus-menerus, kata tersebut mulai kehilangan daya tariknya dan terasa biasa saja. Fenomena ini disebut semantic satiation, di mana sebuah kata kehilangan maknanya ketika diulang terlalu sering dalam waktu singkat. Fenomena ini…

Tampilkan lebih

Jangan Abaikan! Ini Cara Menghindarkan Anak dari Konten Berbahaya

Di era digital yang serba cepat, anak-anak kita tumbuh dengan teknologi yang selalu hadir di sekitar mereka. Dari layar ponsel hingga video online, mereka menghadapi dunia yang penuh dengan informasi—baik yang bermanfaat maupun yang berbahaya. Sebagai orang tua, kita memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa anak-anak kita terpapar pada konten yang mendukung perkembangan mereka…

Tampilkan lebih
family

Di Tengah Kesibukan, Apakah Kita Masih Hadir untuk Anak-Anak Kita?

Sebagai orang tua, kita tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita. Salah satu cara terbaik untuk mewujudkannya adalah dengan memastikan adanya interaksi yang berkualitas. Namun, di tengah kesibukan pekerjaan, tugas rumah tangga, dan godaan teknologi modern, banyak orang tua merasa sulit untuk meluangkan waktu bersama anak. Padahal, interaksi yang hangat dan penuh kasih sayang…

Tampilkan lebih
self-concept

Pentingnya Konsep Diri untuk Pertumbuhan Anak

Apakah Anda pernah melihat anak yang ragu-ragu saat diminta maju ke depan kelas atau sulit bergaul dengan teman-temannya? Fenomena ini sering kali berakar dari konsep diri yang belum terbentuk dengan baik. Konsep diri atau self-concept adalah cara seorang anak melihat dan memahami dirinya sendiri. Sejak kecil, anak-anak sudah mulai membangun gambaran ini, yang nantinya akan…

Tampilkan lebih
brain-and-ipad

Screen Time dan Otak Anak Kecil: Pentingnya Memahami Dampaknya

Di era digital, layar telah menjadi bagian besar dari kehidupan anak-anak kita. Dari belajar, bermain, hingga hiburan, screen time sering kali menjadi alat yang membantu mereka mengeksplorasi dunia. Namun, seperti halnya setiap alat, penggunaannya memerlukan pemahaman dan pengelolaan yang tepat agar memberikan manfaat maksimal. Sebagai orang tua, tentu kita ingin memastikan bahwa screen time tidak…

Tampilkan lebih
kid-playing-with-tablet

Screen Time: Sahabat atau Tantangan untuk Anak?

Di zaman yang serba digital ini, layar sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Mulai dari belajar hingga bermain, anak-anak tumbuh besar dengan teknologi di ujung jari mereka. Tidak heran jika istilah screen time—atau waktu yang dihabiskan di depan layar—sering menjadi perbincangan hangat. Sebagai orang tua atau pengajar, mungkin Anda bertanya-tanya: apakah screen time…

Tampilkan lebih
from-class-to-real-world

Dari Ruang Kelas ke Dunia Nyata

Ketika mendengar kata pendidikan, banyak dari kita langsung terbayang buku pelajaran, nilai ujian, atau tugas yang menumpuk. Namun, apakah itu cukup? Pendidikan sejati seharusnya lebih dari sekadar teori di atas kertas. Pendidikan yang benar-benar bermanfaat adalah yang mengajarkan kita cara hidup—bagaimana menghadapi tantangan, belajar dari kesalahan, dan menggunakan ilmu untuk menciptakan perubahan. Belajar dari Kesalahan…

Tampilkan lebih

Apakah Hal Penting ini Hilang dari Sistem Pendidikan Kita?

Mengapa orang kaya semakin kaya? Salah satu jawabannya, menurut Robert Kiyosaki dalam bukunya Why the Rich Are Getting Richer, adalah cara mereka memandang kesalahan. Dalam dunia pendidikan tradisional, kesalahan sering kali dianggap sebagai kegagalan. Alih-alih dijadikan bahan pembelajaran, kesalahan dihukum, membuat siswa merasa malu, tidak percaya diri, dan takut mencoba hal baru. Sayangnya, pendekatan ini…

Tampilkan lebih
Back To Top