Pernahkah Anda melihat anak menatap semut yang berbaris di tanah atau sibuk menyusun daun kering di halaman? Sekilas, itu tampak seperti permainan biasa. Namun sebenarnya, di balik rasa ingin tahu itu, ada sebuah “mesin belajar” yang sedang bekerja. Anak pada dasarnya adalah “detektif kecil” — penuh pertanyaan, selalu ingin menyelidiki, dan mencoba memahami dunia dengan caranya sendiri.
Menurut sebuah penelitian dari Harvard Graduate School of Education (2017), anak yang sejak dini terbiasa menyalurkan rasa ingin tahu melalui eksplorasi menunjukkan perkembangan kognitif yang lebih baik, serta lebih siap menghadapi tantangan di sekolah. Inilah mengapa mendampingi keingintahuan anak bukan hanya kegiatan menyenangkan, tetapi juga kebutuhan mendesak. Jika orang tua mengabaikannya, peluang emas untuk membangun keterampilan berpikir kritis dan percaya diri bisa hilang begitu saja.
Petualangan Sederhana di Sekitar Kita
Mengamati Semut Membawa Makanan
Duduk sejenak mengamati semut bisa membuka banyak pelajaran. Anak melihat bagaimana semut bekerja sama, saling membantu, dan membawa beban lebih besar dari tubuhnya. Dari sini mereka belajar tentang kerja tim dan ketekunan, sambil menumbuhkan kebiasaan memperhatikan detail kecil.
Menyusun Batu atau Daun
Mengumpulkan batu atau daun lalu menyusunnya menjadi pola melatih motorik halus, mengenali bentuk dan warna, sekaligus menumbuhkan kreativitas. Aktivitas manipulatif sederhana ini bahkan terbukti menjadi dasar penting bagi kemampuan matematika dan logika di kemudian hari (Early Childhood Research Quarterly, 2014).
Mencatat “Temuan Taman”
Dengan buku kecil di tangan, anak bisa menggambar atau menulis apa yang ia lihat: serangga, bunga, atau daun berlubang. Catatan sederhana ini membantu mereka belajar mengungkapkan ide dan menumbuhkan rasa percaya diri ketika menunjukkan hasil temuannya.
Peran Orang Tua: Pemandu, Bukan Pemberi Jawaban
Rasa ingin tahu anak akan lebih hidup jika orang tua tidak langsung memberi jawaban, tapi justru balik bertanya: “Menurutmu, kenapa semut tahu jalan pulang?” Dengan begitu, anak merasa dihargai sekaligus terdorong untuk berpikir. Sediakan juga alat sederhana seperti pensil warna, kaca pembesar, atau buku catatan, dan jangan ragu mencontohkan rasa ingin tahu Anda sendiri.
Kesimpulan: Jangan Tunggu Besok
Keingintahuan anak adalah benih penting yang perlu segera dirawat. Aktivitas kecil seperti mengamati semut, menyusun batu, atau mencatat temuan di taman bukan hanya permainan, tetapi latihan berpikir, berkreasi, dan percaya diri. Jika kita menunda, rasa ingin tahu itu bisa memudar. Namun jika kita menyalakannya sejak sekarang, kita sedang menyiapkan anak untuk menjadi pribadi kritis, kreatif, dan berani menghadapi masa depan.
“Curiosity enhances empathy. When a child asks ‘why,’ they’re not just learning about things, but also about how others think and feel.”
— Daniel Goleman
Baca juga: Mau Anak Lebih Tenang dan Fokus? Jangan Skip Satu Rutinitas Kecil Ini
