Seberapa Menakutkannya Kecerdasan Buatan?

AI atau kecerdasan buatan bukan lagi kata yang terdengar asing bagi kebanyakan orang. Dibalik semua manfaat yang dibawa oleh AI, selalu ada rasa takut akan hal yang belum sepenuhnya kita pahami. Ketakutan ini muncul dalam berbagai bentuk—ada yang khawatir AI akan mengambil pekerjaan mereka, ada yang takut kita jadi terlalu bergantung hingga kehilangan sentuhan manusiawi kita, bahkan ada yang membayangkan AI suatu saat akan menguasai dunia.

Namun, tahukah kamu? Banyak dari ketakutan ini sebenarnya lahir dari isu dan konspirasi yang belum tentu benar. Alih-alih mencari tahu lebih dalam, kita sering kali percaya begitu saja. Padahal, jika dipahami dengan benar, AI justru bisa memberikan banyak manfaat untuk hidup kita. Apakah kamu termasuk salah satu yang masih ragu dengan AI?

Mari kita masuk ke pembahasan apa itu kecerdasan buatan atau AI? Dan manfaat apa yang telah dibawanya ke kehidupan kita?


Apa itu Kecerdasan Buatan?

AI atau kecerdasan buatan memiliki banyak definisi. Beberapa menyebutnya sebagai “sistem yang bertindak seperti manusia,” yang lain menggambarkannya sebagai “ilmu dan teknik untuk menciptakan mesin cerdas, khususnya program komputer cerdas.” Ada juga yang mendefinisikannya sebagai “desain dan pengembangan algoritma yang memungkinkan mesin melakukan tugas-tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia, seperti persepsi, penalaran, pembelajaran, atau keterampilan motorik.”

Dari berbagai definisi ini, intinya adalah bahwa AI adalah mesin yang dirancang untuk berpikir dan belajar seperti manusia, memungkinkan mereka menyelesaikan tugas-tugas kompleks yang biasanya membutuhkan kemampuan otak manusia.

Awal Mula Kecerdasan Buatan: Pertanyaan Turing

Alan Turing, seorang pelopor ilmu komputer, pernah mengajukan sebuah pertanyaan yang sederhana tetapi sangat mendalam: “Bisakah mesin berpikir?” Pertanyaan ini menjadi dasar dari banyak konsep dalam AI modern, termasuk apa yang kita kenal sebagai Uji Turing atau Turing Test.

Turing Test adalah cara untuk menentukan apakah sebuah mesin dapat menunjukkan perilaku yang sama cerdasnya seperti manusia. Jika Anda penasaran tentang topik ini, saya sangat menyarankan Anda mencari tahu lebih lanjut. Ini adalah konsep yang menarik, tetapi artikel ini tidak akan membahasnya secara mendalam.


Perkembangan Kecerdasan Buatan Satu Dekade Terakhir

ChatGPT

Sebagian besar orang pernah mendengar tentang ChatGPT dan sebagian telah menggunakan teknologi nya dalam kehidupan sehari-hari. Apasih sebenarnya ChatGPT itu? ChatGPT adalah model Deep Learning (bagian dari AI) yang mulai populer di awal tahun 2022. OpenAI, sebuah perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk, mengembangkan sebuah model AI yang menggunakan cara kerja yang sama dengan seperti melakukan chatting, di mana kita dapat mengajukan pertanyaan tertentu lalu ChatGPT akan memberikan respon seperti manusia. Tidak akan terbatas hanya pada bahasa Inggris saat menggunakannya, kita juga dapat mencoba menggunakan bahasa Prancis, Jerman, Spanyol, Mandarin, dan masih banyak lagi. Anda dapat mengakses ChatGPT melalui tautan ini https://chat.openai.com/.

Dengan menggunakan buku, artikel, situs web, dan sumber teks lainnya dari internet, model AI ChatGPT dilatih dengan lebih dari 175 miliar parameter. Itulah salah satu alasan mengapa ia dapat memberikan jawaban yang sangat akurat untuk pertanyaan kita. Dalam pengujian baru-baru ini, ChatGPT mampu menjawab pertanyaan tentang topik ilmiah yang kompleks seakurat pakar manusia.

Pengemudian Otmatis Tesla

Siapa yang menyangka bahwa mobil akan dilengkapi autopilot pada tahun 2015? Meski belum secanggih perangkat lunak autopilot Tesla saat ini, Tesla Model S sudah dilengkapi autopilot. Hal ini dapat dikembangkan berkat bantuan AI.

Berikut merupakan gambaran singkat proses di balik autopilot yang terdapat pada mobil Tesla

  1. Mobil Tesla akan dilengkapi dengan sensor seperti kamera, radar, dan sensor ultrasonik, untuk mendeteksi dan menginterpretasikan lingkungan di sekitar mobil.
  2. Dengan semua sensor tersebut, komputer di dalam mobil akan merekam data yang dibutuhkan secara instan dan digunakan untuk algoritma Machine Learning yang canggih di dalam sistem.
  3. Autopilot akan memutuskan apakah akan berakselerasi, mengerem, atau bahkan mengemudikan kendaraan berdasarkan data yang diperoleh dari sensor dan algoritma machine learning.

Namun perlu diingat bahwa autopilot ini merupakan sistem bantuan mengemudi yang tetap mengharuskan pengemudi untuk tetap waspada agar dapat mengendalikan kendaraan setiap saat.

Perkembangan Di Dunia Medis

Tidak hanya di dunia teknologi dan transportasi, AI juga sudah banyak membantu dalam bidang medis. Contohnya, AI bisa membantu dokter mendeteksi kanker, penyakit jantung, dan diabetes lebih awal. AI juga sering digunakan untuk memberikan pendapat kedua yang mungkin dibutuhkan dokter. Selain itu, AI berperan dalam menemukan obat baru dan membuat pengalaman pasien jadi lebih baik.

Tapi, wajar jika kita masih ragu sepenuhnya mempercayai AI, apalagi ketika menyangkut kesehatan dan hidup kita. Kita mungkin berpikir, “Kalau manusia saja kadang gagal menyelamatkan nyawa, bagaimana bisa mesin yang kita buat melakukannya?” Meski begitu, ada penelitian menarik yang menunjukkan bahwa kita, sebagai manusia, justru cenderung lebih percaya pada AI dalam situasi tertentu. Misalnya, penelitian tersebut menemukan bahwa orang lebih nyaman mengungkapkan informasi pribadi yang sensitif kepada “manusia virtual” (komputer) dibandingkan kepada manusia nyata.

Bahkan, pasien yang diwawancarai oleh pewawancara virtual cenderung lebih terbuka menunjukkan emosi mereka, seperti kesedihan. Hal ini mungkin karena kita sering khawatir dihakimi atau dinilai negatif oleh profesional kesehatan atau manusia lainnya. AI, dalam hal ini, bisa menjadi alat yang membantu kita merasa lebih nyaman dan didengar.


Seberapa Penting Peran Kecerdasan Buatan Pada Kehidupan Kita Hari Ini

Saat ini, tanpa disadari, kita sudah sangat bergantung pada AI. Mulai dari smartphone, smartwatch, laptop, hingga teknologi di rumah sakit modern yang membantu memberikan perawatan terbaik ketika kita sakit—semuanya melibatkan AI. Bahkan artikel ini pun ditulis dengan bantuan AI! Jadi, apakah itu buruk? Ada yang berpendapat tidak, karena AI membuat hidup kita lebih mudah dan efisien. Namun, ada juga yang khawatir ketergantungan pada AI akan mengurangi nilai kita sebagai manusia. Keduanya punya poin yang valid, tetapi fokusnya adalah bagaimana kita memanfaatkan AI untuk mendukung, bukan menggantikan, potensi kita.

AI hadir untuk mempermudah pekerjaan manusia, bukan menggantikan kita sepenuhnya. Dari membantu menganalisis data besar, meningkatkan efisiensi kerja, hingga melakukan tugas berbahaya yang terlalu berisiko bagi manusia, AI menawarkan manfaat besar yang sulit diabaikan. Meski ada tantangan seperti risiko pengangguran, privasi data, atau potensi penyalahgunaan, hal ini tidak seharusnya menghalangi kita untuk memanfaatkan potensinya. Dengan pemahaman yang tepat dan pengawasan yang bijak, kita bisa menggunakan AI sebagai alat untuk meningkatkan kreativitas, produktivitas, dan kualitas hidup kita. Jadi, daripada takut, mari berani memanfaatkan teknologi ini untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top